Successful Blended Learning di Era Digital

Blended Learning merupakan metode pembelajaran campuran, yang mengkombinasikan metode elearning interaktif dan metode tatap muka melalui platform digital atau tatap muka di kelas yang diharapkan menyempurnakan lagi metode pembelajaran di era digital saat ini.

Mengutip Model Evaluasi Pembelajaran (Learning Evaluation Model) yang dikembangkan Donald Kirkpatrick, dalam sebuah pembelajaran terdapat 4 Level Evaluasi Pembelajaran (4 Level Evaluation of Learning). Di mana Level-1 adalah Reaction ditunjukkan dengan minat belajar peserta, Level-2 adalah Knowledge Acquisition ditunjukkan dengan hasil pre-test dan post-test, Level-3 adalah Skill (Behavioural Change), ditunjukkan dengan perubahan perilaku dan ketrampilan, serta Level-4 adalah Result (Organizational Performance) yang ditunjukkan dengan peningkatan kinerja.

Metode pembelajaran eLearning secara efektif dapat menyentuh Level-1 (Reaction) dan Level-2 (knowledge Acquisition). Sedangkan untuk mempertajam ketrampilan, Level-3 (Skill), masih perlu dibutuhkan intervensi pembelajaran lanjutan berupa sesi pertemuan dengan Teacher atau Trainer untuk menghasilkan Level-4 (Result).

Sumber: Kirkpatrick, Donald L., & Kirkpatrick, J. Davy (1994). Evaluating Training Programs

Intervensi pembelajaran lanjutan ini merupakan pendalaman materi dalam bentuk sesi coaching tatap muka di kelas atau pertemuan virtual dengan menggunakan platform digital. Nah di sinilah perbedaan mendasar antara eLearning dengan Blended Learning.
Blended learning juga merupakan pembelajaran yang memungkinkan penyampaian belajar dalam bentuk eLearning diperdalam lagi dengan sesi tatap muka yang memungkinkan terjadinya proses interaksi antara Trainer dan Peserta Training. Jadi secara Level-1 (Reaction), Level-2 (Knowledge Acquisition) bisa didapatkan melalui module eLearning interactive, sedangkan Level-3 (Skill) di dapatkan dalam pertemuan tatap muka virtual atau di kelas.

Penggunaan Blended learning sebagai metode pembelajaran di era digital saat ini sangatlah tepat karena di dalamnya terdapat:

  1. Adanya pengabungan materi pembelajaran dalam bentuk elearning interaktif dan sesi tatap muka virtual atau di kelas yang membuat pembelajaran lebih experiential dan optimal.
  2. Adanya interaksi antara Teacher dan Student secara langsung yang dapat lebih meningkatkan pemahaman dan ketrampilan peserta training.
  3. Adanya efisiensi secara time dan cost, karena materi pembelajaran di-develop sedemkian rupa melalui Integrated Instructional Design yang menggabungkan semua media pembelajaran melalui teknologi digital.

Komponen Blended Learning

Pembelajaran dengan metode Blended Learning ini di-blended sedemikian rupa agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal. Komponen Blended Learning diantaranya adalah:

  1. Module: adalah materi pembelajaran yang di-design dengan menggunakan Instructional design yang efektif dan memungkinkan materi pembelajaran dapat disampaikan dengan menggunakan integrasi media elearning dan sesi tatap muka di kelas atau tatap muka virtual.
  2. Teacher atau Trainer: adalah expert yang mempunyai KSA (Knowledge Skill Attitude) terhadap materi pembelajaran yang disampaikan. Trainer dalam metode Blended Learning juga berperan sebagai Coach yang dapat memberikan pendalaman terhadap materi yang eLearning yang telah diakses sebelumnya. Coach inilah yang akan menfasilitasi peserta training dalam bentuk diskusi, sharing, sesi tanya jawab, role-play/simulasi.
  3. Student: adalah peserta training yang diharapkan mempunyai knowledge awal yang cukup setelah melalui proses pembelajaran dengan mengakses materi eLearning dalam format digital (self-learning). Knowledge Acquisition oleh peserta/student setelah belajar materi eLearning menjadi penting, karena akan menjadi modal dalam sesi tatap muka dengan Teacher atau Trainer. Proses Knowledge Acquisition yang baik akan membuat proses tatap muka menjadi lebih efektif dan menghasilkan learning experience yang optimal
  4. Teknologi: Pertama adalah tools pembelajaran dalam bentuk platform LMS (Learning Management System), platform virtual class seperti: zoom, Webex, google meet, MS Team,dll. Kedua adalah modul atau materi dalam bentuk eLearning interactive (Micro learning/video), Scorm Learning Format dan media pembelajaran digital lainnya.

Kesimpulan

Penggabungan 4 komponen di atas diharapkan akan membuat pembelajaran di era digital ini menjadi efektif dan efisien. Jadi Manfaat dari penggunaan e-learning dan juga blended learning dalam dunia edukasi saat ini adalah: Pertama e-learning memberikan fleksibilitas student untuk dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja menggunakan LMS (Learning Management System)/Platform Digital. Kedua: Blended Learning merupakan intervensi lanjutan untuk menghasilkan pembelajaran dan Learning Experience yang optimal.

Nah Untuk mengetahui bagaimana Blended Learning secara efektif bisa diimplementasikan di organisasi atau perusahaan tempat rekan-rekan bekerja, silakan menghubungi kami lebih lanjut.